launching dan MOU Pemkab Lamteng dengan PT. POS Indonesia (Persero) Bpprd Lampung Tengah





launching dan MOU Pemkab Lamteng dengan PT. POS Indonesia (Persero)

Di publikasi pada : 2017-09-06 07:33:49

Lampung Tengah – Guna meningkatkan Pendapatan ‎Asli Daerah (PAD) Lampung Tengah dari sektor pajak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng melakukan penandatangan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan PT. POS Indonesia (Persero).

‎Kerjasama MoU ini ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto

di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Senin (4/9/2017), dan dihadiri oleh Deputi Bisnis jasa keuangan Retail dan Properti Regional III Sumbagsel-Babel, Aris Nursyanto dan Juga seluruh Camat serta Lurah se-Lamteng.

Dalam sambutannya Aris Nursyanto berharap, penandatanganan MoU ini dapat meningkatkan PAD Lamteng yang bersumber dari PBB-P2. Karena dengan kerjasama ini nantinya masyarakat Lamteng dapat melakukan pembayaran tagihan PBB di PT. POS seluruh Indonesia.

“Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pembayaran PBB di Provinsi Lampung khususnya Lampung Tengah. Dengan adanya MoU ini juga dapat mempermudah masyarakat untuk melakukan proses pembayaran PBB. Karena pembayaran PBB tidak hanya bisa dilakukan di Bank Lampung dan BRI saja. Masyarakat bisa membayar melalui outlet PT. POS diseluruh Indonesia,‎”terangnya.

Aris menjelaskan, bahwa outlet yang tersedia di Lamteng sebanyak 22 unit dan telah dapat digunakan untuk pembayaran PBB.”Saat ini di Lamteng PT. POS Indonesia memiliki outlet sebanyak 22 unit yang tersebar disetiap kecamatan. Mulai hari ini semua outlet dapat digunakan masyarakat untuk melakukan pembayaran PBB dan tagihan seperti pembayaran Listrik, Kredit, PAM dan sebagainya.”terangnya.

Sementara Wakil Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto berharap, dengan penandatanganan MoU ini seluruh masyarakat tidak lagi melakukan penugakkan pembayaran PBB-P2 kedepannya. Sehingga target pencapaian PBB dapat dicapai.

“Dengan menjalin kerjasama dengan PT. POS Indonesia, maka akan mempermudah masyarakat dalam penyetoran PBB, sehingga diharapkan dapat meningkatkan PAD Lamteng. Oleh karena itu saya minta seluruh Camat dan Lurah dapat mensosialisasikan kemudahan pembayaran PBB ini kepada masyarakat,”serunya.

Terkait jumlah outlet yang disedikan PT. POS Indonesia di Lamteng, Wakil Bupati yang berpasangan dengan Mustafa menilai jumlah outlet tersebut dirasa masih kurang dibandingkan besaran wilayah dan jumlah penduduk yang ada. Karena wilayah ‎Lampung Tengah terdiri dari 28 kecamatan. Jika saat ini terdapat 22 outlet POS yang terbagi disetiap kecamatan, maka masih ada 6 kecamatan yang masih belum memiliki outlet.

“Oleh karena itu saya atasnama Pemkab Lamteng berharap, PT. POS Indonesia dapat mengembangkan jumlah outletnya sehingga disetiap kecamatan memiliki 1 outlet.”harap orang nomor dua dikabupaten berjuluk Bumi Beguai Jejamo Wawai ini.

Sebagai Informasi, pada tahun 2015 penyerapan dalam penerimaan PBB-P2 di Lampung Tengah terealisasi sebesar Rp.13,1 Milyar dan mengalami kenaikan pada penerimaan tahun 2016 yaitu menjadi Rp 14,6 Milyar.‎(TIM)

Kembali